Tutorial Praktis Membatik dengan Tehnik Retak
Selamat datang di wisata dan budaya kali ini kami membagikan bagaiman cara membatik dengan teknik retak... untuk sobat yang ingin mengetahui dan ingin mencobanya yuk kita simak...
Membatik it's so much fun..
dan yang pasti melatih kesabaran. yuks membatik Smoga
bermanfaat :)
![]() |
| Seni dan Budaya |
Bahan dan Alat:
Sobat siapkan bahan utamanya :
Sobat siapkan bahan utamanya :
- Kain katun putih [100%]
- Lilin batik [malam]
- Lilin parafin
- Kuas
- Canting ukuran sedang [klowong]
- Wajan kecil
- Kompor
- Pewarna batik jenis remasol
Pewarna remasol warna biru dan merah, ditambah campuran urea, matexil, garam dapur [gambar atas 4b].
Untuk proses penguncian warna fiksasi digunakan waterglass [bentuk bening seperti gel gambar atas 4a] dengan campuran kostik soda [berbentuk seperti tawas, serpihan kecil-kecil, gambar atas 4c]
Untuk proses penguncian warna fiksasi digunakan waterglass [bentuk bening seperti gel gambar atas 4a] dengan campuran kostik soda [berbentuk seperti tawas, serpihan kecil-kecil, gambar atas 4c]
![]() |
| seni dan budaya |
Sementara memanaskan lilin batik kita
dapat mendesain dan menjiplak kain yang hendak dibatik berikut urutannya
menurut gambar :
- Desain gambar di atas kertas.
- Lalu jiplak pada kain putih.
- penampakan tampak seperti pada [gambar 7]
- Setelah lilin panas mulailah membatik perlahan.
Untuk mengetahui kondisi lilin batik [malam]
yang tepat kita cobakan dengan canting di tepi kain [teteskan]. Jika tetesan
merembet maka malam terlalu panas, jika malam tidak tembus di balik kain
berarti kurang panas. Bila malam tersebut tembus pada kain, tapi tidak merembet
dan malam tebal di atas, itulah kondisi yang tepat untuk kain tersebut. Yang
penting diperhatikan adalah tebal tipis kain yang akan kita batik.
![]() |
| seni dan budaya |
Selanjutnya batik yang telah selesai
dibatik akan nampak seperti pada [gambar 9], sebaiknya dibatik bolak balik
[diterusi] supaya pada pewarnaan kain tidak tembus masuk pada bagian yang kita
inginkan, tetap berwarna putih.
Selanjutnya tahap pewarnaan, kita gunakan tehnik celup, kain kita celupkan pada pewarna biru seperti terlihat pada [gambar 10 dan 11], dibolak balik dan ratakan, supaya warna rata sempurna, akan menjadi seperti pada [gambar 12]. jemur dipanas matahari, panas terbaik adalah panas pagi pada pukul 8-10, kita membutuhkan ultra violet pada matahari Jemur hinggga kering, jangan sampai malam meleleh karena panas matahari.
Selanjutnya tahap pewarnaan, kita gunakan tehnik celup, kain kita celupkan pada pewarna biru seperti terlihat pada [gambar 10 dan 11], dibolak balik dan ratakan, supaya warna rata sempurna, akan menjadi seperti pada [gambar 12]. jemur dipanas matahari, panas terbaik adalah panas pagi pada pukul 8-10, kita membutuhkan ultra violet pada matahari Jemur hinggga kering, jangan sampai malam meleleh karena panas matahari.
![]() |
| seni dan budaya |
Setelah kain kering dan
diangin-anginkan, masuk pada tahap penguncian warna, supaya tidak luntur.
Siapkan ember berisi air dicampur dengan waterglass dan kostik soda, aduk hingga waterglass menyatu dengan air. celupkan bolak balik hingga rata,[gambar 13] jemur hingga kering, jaga supaya malam tidak melelh terkena sinar matahari.Setelah kering, kain dicuci bersih hingga tidak licin, karena waterglass yang masih tertinggal menghambat pewarnaan berikutnya.
langkah selanjutnya adalah membuat tehnik retak pada kain. panaskan lilin parafin, oleskan dengan kuas pada bidang yang kita kehendaki, kuaskan bolak balik. Akan terlihat perbedaan pada kain seperti terlihat pada [gambar 15]. permukaan kain yang telah kita oles lilin parafin kita cubit-cubit [sesuai selera seberapa banyak retakan yang kita inginkan, gambar 16]
Siapkan ember berisi air dicampur dengan waterglass dan kostik soda, aduk hingga waterglass menyatu dengan air. celupkan bolak balik hingga rata,[gambar 13] jemur hingga kering, jaga supaya malam tidak melelh terkena sinar matahari.Setelah kering, kain dicuci bersih hingga tidak licin, karena waterglass yang masih tertinggal menghambat pewarnaan berikutnya.
langkah selanjutnya adalah membuat tehnik retak pada kain. panaskan lilin parafin, oleskan dengan kuas pada bidang yang kita kehendaki, kuaskan bolak balik. Akan terlihat perbedaan pada kain seperti terlihat pada [gambar 15]. permukaan kain yang telah kita oles lilin parafin kita cubit-cubit [sesuai selera seberapa banyak retakan yang kita inginkan, gambar 16]
![]() |
| wisata dan budaya |
Masuk pada pewarnaan kedua;
menggunakan tehnik colet, yaitu menyolet,/mengkuas bagian atas retakan lilin
parafin, kuaskan bolak-balik supaya warna rata.[gambar 17]selanjutnya biarkan
kering seperti pada pewarnaan pertama,lakukan cara yang sama pada penguncian
warna. [seperti pada gambar 13]
Langkah selanjutnya adaah proses Pelorodan atau menghilangkan lilin batik pada kain dengan cara merebus pada air mendidih.
Didihkan air [api besar sekali ] masukkan kain batik, bolak balik supaya lilin luruh sempurna [gambar 18 dan gambar 19] setelah lilin luruh, cuci di air dingin,gambar 20 kucek hingga sisa-sisa lilin hilang. jemur di tempat teduh, angin-anginkan.
Langkah selanjutnya adaah proses Pelorodan atau menghilangkan lilin batik pada kain dengan cara merebus pada air mendidih.
Didihkan air [api besar sekali ] masukkan kain batik, bolak balik supaya lilin luruh sempurna [gambar 18 dan gambar 19] setelah lilin luruh, cuci di air dingin,gambar 20 kucek hingga sisa-sisa lilin hilang. jemur di tempat teduh, angin-anginkan.
![]() |
| wisata dan budaya |
Hasil kain batik akan terlihat pada [gambar 21].
silakan di aplikasikan sesuai keinginan, saya pilih dijadikan sarung bantal [gambar 22].
Sekian dan terima kasih, emoga bermanfaat
silakan di aplikasikan sesuai keinginan, saya pilih dijadikan sarung bantal [gambar 22].
Sekian dan terima kasih, emoga bermanfaat












0 comments:
Post a Comment